Bagi yang mau tau sebenarnya TKA SD itu apa, materinya apa aja, dan apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya, baca artikel ini sampai akhir, ya!
Sebentar lagi pelaksanaan TKA SD 2026! Udah siap menghadapinya?
Istilah TKA, khususnya di kalangan SD, masih relatif baru. Ada yang mengira ini ujian penentu kelulusan. Ada juga yang khawatir anak SD bakal dibebani tes yang terlalu berat, akhirnya sulit untuk lulus.
Padahal, secara resmi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa secara lebih objektif dan terstandar. Jadi, bukan sebagai penentu kelulusan. Untuk jenjang SD/MI/sederajat, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika.
Di artikel ini, kita bakal bahas mulai dari apa itu TKA, tujuan diadakannya, jadwal pelaksanaannya, materi yang diujikan, strategi belajar yang efektif, hingga rekomendasi platform belajar untuk bantu menguatkan fundamental anak SD agar lebih terarah.
Apa itu TKA SD?
TKA adalah singkatan dari Tes Kemampuan Akademik. Menurut portal resmi Pusmendik, TKA merupakan tes yang mengukur capaian akademik siswa berdasarkan standar nasional.
Kalau dijelasin pakai bahasa yang lebih sederhana jadinya gini:
TKA SD digunakan untuk melihat sejauh mana kemampuan dasar akademik siswa udah terbentuk di akhir jenjang sekolah dasar.
Jadi, yang dinilai bukan cuma bisa jawab soal atau nggak, melainkan fondasi akademiknya udah cukup belum buat lanjut ke jenjang berikutnya.
Meskipun dipakai untuk melihat kemampuan, perlu digaris bawahi bahwa TKA bukan penentu kelulusan. Sama halnya seperti TKA SMP dan SMA, TKA untuk SD juga sebagai bagian dari pemetaan mutu, bukan ujian yang menentukan siswa lulus atau nggak.
Baca juga: đź”— TKA SMP 2026
Fungsi dan Tujuan Diadakannya TKA
Lho… kalau bukan sebagai penentu kelulusan, lalu kenapa TKA SD tetap dilaksanakan? Untuk apa?
Secara resmi, TKA diposisikan sebagai instrumen untuk mengetahui kemampuan akademik siswa dan memberi gambaran yang lebih menyeluruh tentang literasi, numerasi, dan kesiapan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Kemendikdasmen juga menekankan bahwa TKA bermanfaat untuk mendukung evaluasi mutu pembelajaran secara lebih objektif di tiap daerah.
Secara praktis, fungsi diadakannya TKA adalah sebagai berikut:
- TKA membantu melihat kemampuan dasar siswa dalam membaca dan bernalar melalui materi Bahasa Indonesia, serta berpikir logis dan numerik melalui Matematika.
- TKA memberi gambaran apakah pembelajaran di sekolah udah cukup dalam membantu siswa memahami kompetensi dasar yang dibutuhkan di akhir jenjang SD.
- TKA menjadi pengingat bagi orang tua, guru, dan sekolah bahwa tujuan belajar bukan cuma menyelesaikan materi, tapi juga memastikan anak benar-benar paham.
Jadi, TKA SD bisa dijadikan sebagai alat ukur akademik yang dipakai untuk melihat kesiapan siswa menuju jenjang yang lebih tinggi.
Jadwal TKA SD 2026
Kapan TKA SD 2026 dilaksanakan? Untuk kelas 6 SD, berikut jadwal resmi dari Kemendikdasmen:
- Pendaftaran peserta: 19 Januari–28 Februari 2026
- Simulasi TKA SD: 2–8 Maret 2026
- Gladi bersih TKA SD: 9–17 Maret 2026
- Pelaksanaan TKA SD: 20–30 April 2026
- Pelaksanaan TKA susulan: 11–17 Mei 2026
- Pengolahan hasil TKA SD: 18–23 Mei 2026
- Pengumuman hasil TKA SD: 24 Mei 2026
Pelaksanaan TKA SD akan berlangsung selama 2 hari.
Hari Pertama
- Latihan: 10 menit
- Matematika dan Numerasi: 20 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit
- Survei karakter: 20 menit
Hari Kedua
- Latihan: 10 menit
- Bahasa Indonesia dan Literasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit
- Survei sulingjar: 20 menit
“Kok abis TKA ada survei? Itu apaan? Penting nggak sih?”
Setelah TKA SD, siswa juga akan mengisi Survei Karakter dan Sulingjar. Nggak perlu khawatir, survei ini nggak ada nilai benar atau salah. Kedua survei ini merupakan instrumen utama Asesmen Nasional (AN) dari Kemdikbud untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di Indonesia.
Seperti yang udah disampaikan sebelumnya bahwa TKA ini nggak cuma ngukur kemampuan siswa, tapi juga sebagai bahan evaluasi pemerintah. Sehingga, pemerintah butuh 3 gambaran sekaligus dalam pelaksanaan TKA SD 2026 ini.
- TKA untuk mengukur kemampuan akademik, anak ngerti pelajaran yang diajarkan di sekolah atau nggak.
- Survei karakter untuk mengukur sikap dan kebiasaan, anak punya mindset belajar yang baik atau nggak.
- Sulingjar untuk menilai lingkungan sekolah, apakah sekolahnya udah mendukung kegiatan belajar atau belum.
Materi TKA SD 2026 dan Kisi-Kisinya
Untuk jenjang SD dan SMP, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA adalah Bahasa Indonesia dan Matematika.
Materi TKA SD Bahasa Indonesia
Fokus utama yang akan diujikan dalam TKA SD Bahasa Indonesia adalah keterampilan membaca dan memahami teks. Jadi, siswa dituntut nggak hanya bisa baca, tapi juga bernalar.
Membaca dipilih sebagai fokus utama karena termasuk keterampilan yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berkembang pesat ini.
Ada dua jenis teks yang bakal diujikan, yaitu:
- Teks informasi: berisi fakta sederhana dari berbagai bidang atau topik.
- Teks fiksi: berisi cerita rekaan yang bisa berupa fantasi atau faktual (sejarah/biografi).
Biar belajarnya makin tepat, siswa perlu kuat di hal-hal berikut:
- mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks.
- menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ringkasan, dan menyajikan kembali informasi tersurat ke dalam teks.
- mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks.
- menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks.
- menanggapi isi teks, merefleksi diri dengan tokoh atau kejadian, dan menanggapi bahasa penulis dalam teks.
Jangan anggap remeh Bahasa Indonesia cuma karena itu bahasa sehari-hari. Di TKA, yang diuji bukan cuma bisa baca, tapi seberapa paham siswa sama isi bacaannya.
Baca juga: đź”— 19 Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia dan Penjelasannya
Materi TKA SD Matematika
Fokus utama dari TKA Matematika SD adalah keterampilan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, termasuk kemampuan bernalar dan menyelesaikan masalah numerik sederhana.
Materi yang diujikan antara lain:
- Nomor: bilangan rasional seperti pecahan, operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta kelipatan dan faktor.
- Geometri dan pengukuran: objek geometri, pengukuran panjang, volume dan berat, waktu, laju perubahan, keliling dan luas bangun datar, bangun ruang, besar sudut, dan penaksiran ukuran.
- Data: penyajian dan penggunaan data, seperti gambar, piktogram, diagram batang dan tabel, serta pengambilan informasi dan penggunaan data.
Artinya, siswa perlu kuat di hal-hal ini:
- memahami konsep dasar matematis
- mengungkapkan ide, konsep, atau masalah matematika ke dalam bentuk lain yang lebih sederhana
- menalar matematika secara logis
- memecahkan masalah matematis
- menghubungkan matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari
Belajar matematika untuk TKA SD nggak cuma menghafal rumus sebanyak-banyaknya, tapi gimana caranya membangun pemahaman dasar matematis yang kuat. Kalau konsepnya paham, anak tentu bakal lebih siap menghadapi soal yang bentuknya diubah-ubah.
Strategi Belajar TKA SD
Peserta TKA SD adalah siswa kelas 6, jadi strategi belajarnya tentu berbeda dari peserta TKA SMP dan SMA. Sebagai orang tua atau guru, strategi yang tepat untuk bantu anak menghadapi TKA SD yaitu bikin mereka lebih siap, lebih familiar dengan tipe soal, dan bantu lebih percaya diri.
1. Perkuat fondasi belajarnya
Perhatikan apakah anak masih bingung di operasi hitung, pecahan, atau memahami bacaan. Kalau masih bingung, fokus dulu buat memperkuat fondasi tersebut. Jangan langsung loncat ke materi dan soal-soal yang terlalu rumit.
2. Biasakan membaca aktif buat persiapan TKA Bahasa Indonesia
Ajak anak untuk membaca teks, lalu tanyakan teks itu nyeritain tentang apa, siapa tokohnya, apa informasi penting dari teks, dan apa kesimpulannya.
Dengan begitu, anak bukan cuma lancar membaca, tapi jadi terbiasa menganalisis bacaan.
3. Untuk TKA Matematika, pahami konsep dan perbanyak latihan
Coba berikan pertanyaan numerasi ke anak, lalu perhatikan tahapan dan jawaban anak. Kalau ada kesalahan, coba analisis, apakah salahnya karena nggak paham konsep, nggak teliti, atau salah baca soal.
Kadang anak itu bisa mengerjakan, tapi nggak terbiasa menghadapi variasi soal. Ketika dikasih soal yang dibolak-balik, anak akan kebingungan. Oleh karena itu, setelah anak paham konsep dasar, biasakan mereka untuk berlatih soal sampai terbiasa dengan polanya.
Sebagai pendamping anak belajar, perlu diperhatikan juga untuk menciptakan suasana belajar yang aman. Sehingga, anak mau menjawab soal latihan dan mengutarakan pendapatnya tanpa takut salah.
4. Pakai sistem belajar nyicil dan konsisten
Belajar sedikit-sedikit tapi rutin itu lebih baik daripada belajar lama dan banyak sekaligus tapi cuma sesekali.
Bagi anak SD, ritme belajar konsisten biasanya lebih efektif daripada belajar maraton. Misalnya, 20–30 menit membaca dan latihan Bahasa Indonesia, lalu 20–30 menit kemudian belajar Matematika, sisa waktunya dipakai untuk review singkat.
5. Simulasikan waktu pengerjaan
Menjelang tes, sesekali coba kerjakan soal dalam batas waktu tertentu. Lebih baik lagi kalau waktunya disesuaikan sama durasi TKA SD. Ini penting supaya anak terbiasa membaca cepat, memilih soal yang bisa dikerjakan duluan, dan tetap tenang selama waktu terus berjalan.
Kemendikdasmen menyediakan simulasi TKA di laman Ayo Coba TKA sebagai sarana latihan contoh soal. Nah, laman tersebut bisa dimanfaatkan supaya anak lebih familiar sama bentuk soal. Jadi, pas pelaksanaan TKA nanti, anak udah terbiasa dan nggak kaget ketika ketemu soal-soal.
Rekomendasi Platform Belajar Materi SD
Bagi orang tua atau guru yang ingin mempersiapkan anak kelas 6 menghadapi TKA, yang paling penting sebenarnya bukan cuma banyak latihan soal, tapi:
- materi belajarnya jelas,
- penjelasannya mudah dipahami,
- penyampaian tutornya enak,
- latihannya bertahap,
- dapat membantu Anda memahami konsep atau dasar-dasarnya, bukan sekedar hafalan.
Nah, Zenius bisa menjadi salah satu opsi yang bisa digunakan untuk menemani anak belajar.
Anak bisa coba dulu beberapa materi GRATIS yang ada di Zenius buat mastiin kecocokan, pastikan untuk bikin akun dulu, ya.
Kalau ternyata cocok, bisa lanjut berlangganan, ada yang sebulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, atau langsung setahun. Sesuaikan aja sama kebutuhan. Oh ya, kalau langganan paket premium Zenius, semua fitur yang ada di Zenius juga bisa langsung diakses. Jadi, tunggu apa lagi?
TKA SD 2026 bukan tes yang perlu ditakuti, tapi juga jangan diabaikan begitu saja. Tes ini tetap penting untuk dapat gambaran kemampuan akademik siswa, dan hasilnya pun bisa bermanfaat untuk evaluasi mutu pendidikan di Indonesia.
Sip, segitu dulu informasi seputar TKA SD 2026. Kalau ada pertanyaan, kritik, dan saran, bisa langsung taruh komentar aja di bawah. Terima kasih!
Referensi:
- Pusmendik Kemdikbud. 2026. Tes Kemampuan Akademik (TKA), diakses melalui laman pusmendik.kemdikbud.go.id.
- Kemendikdasmen BBPMB Jawa Timur. Jadwal Lengkap TKA SD dan SMP 2026, diakses melalui laman bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.