Sejak tahun 2025, Ujian Nasional (UN) bakal hadir lagi dengan format barunya: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Namun, konsepnya berbeda dari UN, dan nggak menggantikan SNBT atau SNBP juga.
Buat lo yang masih bertanya-tanya, “Apa itu TKA SMA 2025?”, singkatnya TKA adalah tes atau asesmen standar untuk mengukur pencapaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu.
Artinya, menghafal rumus aja nggak cukup untuk lo bisa menghadapi tes ini. Lo ditantang untuk ngerti konsep, bisa nerapin ke situasi nyata, dan narik kesimpulan.
Mendikdasmen dalam webinar Kebijakan TKA (2025), menyebut bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menentukan kelulusan bagi kelas 12. Juga diselenggarakan tanpa pungutan biaya.
Namun, untuk jenjang SMA/MA/SMK/sederajat, TKA 2026 jadi penting karena hasilnya bisa digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan seleksi pendidikan berikutnya, termasuk sebagai validator nilai rapor untuk SNBP dan pertimbangan jalur mandiri atau PTS, tergantung kebijakan masing-masing kampus.
Pada dasarnya, fungsi TKA adalah untuk mengevaluasi belajar siswa dan meningkatkan mutu secara keseluruhan. Jadi, walaupun nggak jadi penentu kelulusan, TKA ini menjadi opsi peluang bagi siswa kelas 12 untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Apa Itu TKA SMA?
Sebenarnya gue udah bahas di awal tentang pengertian TKA itu sendiri. Tapi, biar lebih jelas, gue bahas di sini dalam section yang terpisah.
TKA SMA adalah Tes Kemampuan Akademik atau asesmen standar untuk mengukur pencapaian akademik siswa SMA/SMK/sederajat, serta peserta paket C pada mata pelajaran tertentu.
Kenapa perlu ada tes terstandar?
Bayangin ada dua siswa dari sekolah berbeda. Nilai rapornya sama-sama tinggi, tapi standar penilaian di masing-masing sekolah bisa saja berbeda.
Nah, TKA hadir untuk memberi tambahan informasi yang lebih objektif dan bisa dibandingkan secara lebih adil antarsatuan pendidikan.
Kalau gue baca-baca di laman resmi TKA Kemendikdasmen, TKA dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu dari penilaian yang terstandar.
Tujuannya antara lain untuk memperoleh informasi capaian akademik murid secara terstandar, membantu kebutuhan seleksi akademik, dan memberikan informasi kepada murid tentang kekuatan serta kelemahan akademiknya.
Jadi, sampai sini paham, ya. TKA bukan penentu kelulusan dan bukan pengganti SNBT/SNBP, melainkan bisa menjadi validator nilai rapor untuk jalur SNBP dan jalur masuk perguruan tinggi lainnya.
Jadwal TKA SMA 2026
Pelaksanaan TKA SMA 2026 awalnya diberitakan sekitar bulan November. Namun, ternyata dimajukan menjadi 26 Oktober–8 November 2026. Pendaftaran peserta dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus–27 September 2026.
Lo bisa lihat jadwal lengkap TKA SMA 2026 pada tabel berikut ini:
Beda TKA SMA dengan UN dan ANBK (AKM)
Muncul banyak pertanyaan soal perbedaan TKA dengan model ujian yang pernah dilaksanakan sebelumnya—mulai dari UN lama hingga ANBK/AKM. Meski sama-sama berbentuk asesmen berskala nasional, ketiganya punya tujuan, format, materi, dan dampak yang berbeda bagi siswa.
Supaya lo nggak bingung, berikut ini penjelasan ringkas yang membandingkan ketiga jenis tes tersebut:
Melihat perbandingan di atas, jelas bahwa TKA bukan sekadar rebranding dari UN lama, tapi TKA merupakan asesmen yang lebih menekankan pada kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep.
Sementara UN dulu jadi penentu kelulusan, dan ANBK lebih fokus ke evaluasi sistem pendidikan, TKA hadir sebagai alat untuk mengukur prestasi akademik individual yang bisa lo manfaatkan untuk masuk kuliah.
Jadi, walaupun sifatnya nggak wajib, TKA bisa jadi salah satu langkah strategis buat lo yang serius ingin lanjut ke perguruan tinggi negeri lewat jalur prestasi.
Apa Bedanya TKA SMA 2026 dan TKA SMA 2025?
Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, TKA SMA 2026 punya beberapa perubahan, nih.
Yap, tahun lalu, pelaksanaan TKA SMA kayak numpuk banget ngerjain 3 mapel sekaligus dalam sehari. Sementara pada 2026, pelaksanaan TKA SMA dibuat menjadi 4 hari per gelombang.
Salah satu alasannya buat ngasih lo ruang berpikir lebih dalam. Ujian dipecah jadi satu mapel per hari biar fokus lo nggak kebagi, dan soal Matematika dikurangi biar waktu per soalnya lebih longgar.
Pembagian mata pelajaran TKA SMA 2026 kurang lebih begini:
- Hari 1: Bahasa Indonesia Wajib dan Literasi + survei karakter
- Hari 2: Bahasa Inggris Wajib + survei lingkungan belajar
- Hari 3: Matematika Wajib dan Numerasi
- Hari 4: dua mata pelajaran pilihan
Selain itu, TKA SMA 2026 juga disiapkan serentak secara nasional, berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan pengaturan berdasarkan zona waktu. Penyesuaian ini dilakukan supaya pelaksanaan di zona waktu tertentu, terutama WIT, tidak berlangsung terlalu malam.
Apa Saja Materi TKA SMA 2026?
Berdasarkan keterangan Toni Toharudin, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), TKA akan mengujikan 5 mapel:
“Kita ada mata pelajaran yang diasesmen oleh negara, untuk SMA itu 3 mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan 2 pilihan mata pelajaran, jadi 5 (Mata pelajaran),”
- Matematika
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Mapel pilihan
- Mapel pilihan
Tiga mata pelajaran pertama adalah mata pelajaran wajib. Sementara itu, dua mata pelajaran pilihan harus lo pilih sesuai dengan karir lo nanti atau program studi pilihan lo. Pilihannya begini:

Khusus buat lo yang mau pakai nilai TKA buat mendukung jalur SNBP, pemilihan mapel pilihan sebaiknya jangan asal.
Rumah Pendidikan Kemendikdasmen menjelaskan bahwa murid perlu mengecek mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan program studi tujuan, mengacu pada Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.
Contohnya, kalau lo mau masuk prodi Kedokteran, pilihan mapel seperti Biologi atau Kimia bisa lebih relevan. Kalau mau masuk Teknik, pilihan seperti Fisika, Kimia, atau Matematika Lanjutan bisa lo ambil biar relevan. Intinya, jangan cuma pilih mapel yang kelihatannya gampang atau lo suka, tapi pilih yang paling relevan dengan prodi tujuan dan kekuatan akademik lo.
Persiapan Belajar Harus Dimulai dari Sekarang
Nah, karena akan diselenggarakan di Oktober 2026, hasil TKA seharusnya bisa keluar sebelum proses seleksi SNBP. Buat lo yang sekarang masih kelas 11 atau baru mau masuk kelas 12, lo seengganya punya waktu buat mempersiapkan tes ini.

Meskipun kisi-kisi ujiannya belum diumumkan lebih lanjut, ada beberapa hal yang bisa lo persiapkan dari sekarang: nyicil belajar materi dari dasar atau yang belum begitu lo kuasai.
Sebelum lo ngebut belajar tanpa arah, coba tumbuhkan kesadaran lo soal cara belajar dan cara mikir lo. Kalau lo masih bingung, coba tonton playlist Zenius Learning.
Zenius Learning
Jelajahi materi Basic Skills Zenius Learning di Zenius lewat video belajar, latihan soal, dan pembahasan.
Di playlist itu, semoga lo mendapat pencerahan soal kebingungan lo. Lo akan diajak ngulik hal-hal mendasar yang sering jadi akar masalah dalam belajar—mulai dari kenapa lo belajar, gimana cara belajar yang benar-benar efektif, sampai kenapa lo sering ngerasa stuck meskipun udah usaha keras.
Semoga playlist ini bisa jadi titik balik buat lo yang pengen benerin fondasi belajar lo.
Setelah belajar hal-hal mendasar, lo bisa lanjut pelajari materi SMA untuk persiapan TKA. Playlist TKA SMA dari Zenius ini bisa lo pakai buat bahan belajar karena udah terstruktur dan lengkap dengan kumpulan soalnya.
TKA SMA
Jelajahi materi TKA SMA di Zenius lewat video belajar, latihan soal, dan pembahasan.
Di playlist itu, ada semua materi wajib TKA beserta beberapa materi peminatan: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah.
Semoga playlist ini bisa membantu lo mempersiapkan TKA secara matang.
Strategi dan Materi Belajar TKA
Karena TKA mengukur capaian akademik, cara belajarnya nggak bisa cuma hafalan kilat. Lo perlu paham konsep dan terbiasa ngerjain soal.
Berikut strategi belajar TKA ala Zenius yang bisa lo coba.
Tips #1: Belajar dari Fondasi, Bukan Hafalan
Salah satu kesalahan paling umum lo saat belajar adalah langsung fokus ke soal susah tanpa memastikan fondasi dasar lo udah kuat atau belum. Nah, meskipun bentuk soal TKA bisa beragam, fondasi yang diuji harusnya nggak banyak berubah.
Di TKA, lo jarang dikasih soal yang tinggal masukin angka ke rumus. Biasanya ada cerita atau data dulu, terus lo disuruh nyari sendiri konsep mana yang cocok dipakai.
Kalau modal lo cuma hafalan rumus atau trik cepat, lo bakal bingung waktu ketemu soal yang bentuknya beda dari contoh latihan. Kalau lo paham konsepnya dari dasar, lo bisa tau langkah pengerjaannya walau soalnya belum pernah lo lihat.

- Materi TKA Matematika
- Operasi aljabar dasar, termasuk pecahan dan bentuk akar
- Persamaan & pertidaksamaan
- Logika matematika dan penarikan kesimpulan
Baca artikel 🔗 Kisi-Kisi TKA Matematika dan Contoh Soal
- Materi TKA Bahasa Indonesia
- Membaca teks panjang → ambil ide utama, simpulan, opini penulis
- Bedakan fakta vs opini
- Ngerti makna kata dalam konteks
Baca artikel 🔗 Kisi-Kisi TKA SMA dan Contoh Soal Bahasa Indonesia Wajib dan Pilihan
- Materi TKA Bahasa Inggris
- Vocab dasar – harus rutin nambah kosakata
- Grammar: tenses, passive voice, conditional
Baca artikel 🔗 Kisi-Kisi TKA SMA dan Contoh Soal Bahasa Inggris
Konsep belajar dari dasar sampai paham, jangan cuma fokus ke hafalan itu udah sesuai banget sama model pembelajaran ala Zenius. Di sini, lo bakal dijelasin sama tutor sampai paham menggunakan bahasa yang gampang lo pelajari.
Kalau lo mau coba lihat pembelajaran di Zenius, coba aja dulu sign in pakai akun Gmail lo, dan tonton materi gratisnya. Kalau lo mau lanjut pelajari materi premiumnya, tapi belum mau komitmen lama, bisa coba langganan 1 bulan atau 3 bulan dulu.
Meskipun lo ambil langganan yang 1 bulan, semua akses pembelajaran di Zenius bakal bisa langsung lo nikmati! 🙌
Tips #2: Jangan Ragu Balik ke Materi SMP atau SD
Maksudnya gimana? Kalau lo masih merasa kesulitan dengan materi kelas 10 atau 11, bukan berarti lo nggak bisa belajar. Bisa jadi, yang kurang adalah materi prasyarat dari SD atau SMP yang belum dikuasai sepenuhnya.
Misalnya, buat ngerti persamaan linear kelas 10, lo perlu:
- ngerti operasi pecahan (kelas 5–7),
- ngerti konsep persamaan (SMP),
- paham pangkat & akar (kelas 8).
Jangan ragu dan gengsi buat mundur dulu demi loncat lebih jauh. Lo boleh mulai dari mana pun, kok.
Tips #3: Belajar Materi yang Biasa Keluar di TKA
Biar waktu lo kepakai efisien, mulai cari tau materi mana yang sering muncul di TKA SMA. Lo bisa belajar dari kisi-kisi TKA 2025 lalu dan materi TKA di Zenius.
Kenapa? Karena materi TKA di Zenius udah disusun ngikuti kisi-kisi itu. Materinya juga dijelasin runut dari dasar, jadi lo bangun pemahaman utuh, nggak cuma ngafalin potongan konsep atau cara cepatnya.

Tips #4: Latihan Soal TKA yang Memaksa Lo untuk Mikir Beneran
“TKA-nya belum fix, emang udah bisa latihan soal?” Jawabannya: Bisa. Bahkan harus. Karena esensi dari TKA adalah ngerti konsep, bisa mikir, dan nyambungin ide.
Jadi, cari soal yang:
- Bikin lo mikir, bukan sekadar nginget
- Maksain lo untuk recall konsep dengan aktif
- Ngasih ruang buat salah dan belajar dari kesalahan
Lo bisa mulai dari soal ZenCore/Basic Skills buat nguatin fundamental skills, nonton video & ngerjain soal-soal materi TKA, bahkan nontonin strategi belajar efektif yang sudah Zen susun:
- ZenCore (kalo mau latihan fundamental skills pake adaptive practice)
- Basic Skills (kalo mau nonton video buat belajar dari awal banget)
- Zenius Learning (kalo mau tau cara belajar efektif, strategi belajar, sampe motivasi)
- Materi TKA (kalo fundamental dah kuat, mental dah kebentuk, ayo gas!)
Di Zenius, latihan soalnya disusun bertahap. Lo bisa mulai dari latihan per bab buat nguatin satu topik dulu. Setelah beberapa bab dikuasai, lanjut ke latihan campuran yang gabungin banyak topik sekaligus, mirip konsisi ujian gitu. Biar lo terbiasa menghadapi soal-soal.
Tips #5: Bangun Habit Belajar dari Sekarang
Membangun kebiasaan belajar itu nggak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Dia nggak muncul dalam satu atau dua minggu. Dari sekarang, cobalah untuk konsisten, jangan tunggu besok, besok, dan besok. Lo bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membangun kebiasaan belajar itu.

Tips #6: Ukur Kesiapan Lewat Tryout (TO)
Selain latihan soal per bab dan campuran, lo juga perlu ikut tryout buat tau sejauh mana kesiapan lo.
TO membawa lo ke situasi mirip hari-H, yaitu soalnya banyak, waktu terbatas, dan mental lo akan kebawa ke situasi yang mirip ujian, seperti fokus gampang buyar.
Di sinilah lo belajar jaga ritme, ngatur stamina, dan tetap tenang walau di bawah tekanan waktu. Jadi, hasilnya lo akan terlatih menghadapi kondisi ujian sebenarnya.
Ada 6x tryout dari Zenius sampai dengan TKA nanti!

Nih, catat jadwal tryout Zenius biar nggak kelewat:
Tips #7: Lacak Progres Biar Kelihatan Perkembangannya
Biar belajar TKA lo lebih terstruktur dan terukur, Zenius udah bikinin juga tracker belajar TKA dalam format Google Sheets dan Excel.
Isi tracker belajar TKA apa aja, sih?
Fitur ini bisa lo pakai buat nandain bab mana aja yang udah dipelajari dan mana yang masih pending.
Setiap kali lo ikutan tryout TKA, lo bisa masukin nilai dan melihat grafik atau rekapannya. Dari situ, bakal kelihatan jelas perkembangan lo. Apakah grafiknya makin stabil, naik, atau malah turun. Lo juga bisa lihat apakah ada tryout yang lo ke-skip buat ikuti.
Buat yang mau tracker belajar TKA, lo bisa copy spreadsheetnya atau download Excel-nya di bawah ini:
Tracker belajar TKA di atas GRATIS, ya! Semoga bisa membantu lo dalam belajar TKA di tahun 2026 ini.
Terakhir,
benerin mindset lo tentang belajar
Lo mungkin pernah merasa kayak,
“Gue nggak jago fisika, Matematika tuh emang bukan buat gue, bahasa Inggris gue dari dulu selalu jelek.”
Kalimat-kalimat kayak gitu muncul bukan karena lo nggak mampu, tapi karena lo pernah kesulitan, dan ngebentuk keyakinan negatif tentang diri sendiri. Padahal, bisa jadi bukan lo yang “nggak bisa”, tapi memang fondasinya belum kuat aja. Atau … lo belum pernah belajar dengan cara yang bikin lo ngerti beneran.
So, guys…
you don’t need more time, you need more focus.
Waktu semua orang sama—yang bikin beda hasilnya adalah seberapa fokus dan konsisten lo memanfaatkannya.
Referensi:
Kemendikdasmen. 2025. Webinar Kebijakan Tes Kemampuan Akademik. diakses melalui
Originally published: May 19, 2025
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.