Sobat Mathsolv, pernah nggak sih kebayang gimana rasanya duduk dua hari berturut-turut, tiap hari cuma dikasih tiga soal, tapi tiga soal itu levelnya matematika tingkat lanjut yang bikin jidat berkerut? Nah, itulah yang dijalani empat pelajar SMA asal Indonesia di ajang paling bergengsi buat anak matematika sedunia, International Mathematical Olympiad alias IMO. Dan hasilnya? Nggak main-main, mereka pulang bawa empat medali perunggu sekaligus satu Honorable Mention.
IMO 2026, Ajang Sultan Matematika Sedunia
Jadi ceritanya, IMO ke-67 ini digelar di Shanghai, Tiongkok, tanggal 10 sampai 21 Juli 2026 kemarin. Ini bukan kompetisi kaleng-kaleng ya sobat Mathsolv, soalnya diikuti oleh 685 peserta dari 119 negara, dan semuanya harus mikir keras nyelesain enam soal matematika tingkat lanjut dalam dua hari pelaksanaan. Bayangin aja tekanannya kayak apa, satu ruangan isinya jagoan matematika semua dari seluruh dunia. Di tengah persaingan seketat itu, delegasi Indonesia tetep berhasil pulang dengan kepala tegak. Empat medali perunggu berhasil diboyong, ditambah satu Honorable Mention. Nggak heran kalau kabar ini langsung bikin bangga netizen Tanah Air.
Kenalan Sama Empat Jagoan Perunggu Kita
Gambar : Delegasi Indonesia tiba di Tanah Air usai meraih 4 medali perunggu dan 1 Honorable Mention pada International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 di Shanghai, China, 10–21 Juli 2026.
Sumber :
Nih sobat Mathsolv, biar makin kenal sama sosok-sosok di balik medali perunggu IMO 2026:
1. Jayden Jurianto — SMAK 1 PENABUR Jakarta
2. Steven Abiel Cahyono — SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur
3. Danica Odelia — SMAK PENABUR Gading Serpong, Banten
4. Yusril Ihsan Adinatanegara — SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur
Selain empat nama di atas, ada juga Matthew Ravanelli Tjiptono dari SMAK PENABUR Banda, Jawa Barat, yang berhasil bawa pulang Honorable Mention. Jadi total lima anak Indonesia yang namanya mejeng di papan hasil IMO 2026, keren banget nggak sih.
Jayden, Sang Langganan Panggung Internasional
Yang bikin cerita ini makin related buat sobat Mathsolv yang lagi ngebangun portofolio prestasi, ada sosok Jayden Jurianto. Ini bukan kali pertama Jayden nongol di kancah dunia lho. Tahun 2025 kemarin, dia udah lebih dulu sukses ngebawa pulang medali perunggu di International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI). Sekarang, di IMO 2026, dia balik lagi dengan hasil yang sama gokilnya, medali perunggu lagi, tapi kali ini di ranah matematika murni.

Gambar : Jayden Jurianto dalam acara Apresiasi Peraih Medali dan Peluncuran Bina Talenta Indonesia.
Sumber :
“Bangga bisa berkesempatan mewakili Indonesia kembali ke ajang internasional. Untuk IMO tes dilakukan secara dua hari berturut-turut. Setiap hari itu ada tiga soal,” ungkap Jayden soal pengalamannya selama ujian berlangsung.
Konsistensi kayak gini yang bikin Jayden jadi bukti nyata kalau prestasi itu bukan soal keberuntungan sesaat, tapi soal proses yang dijaga terus-menerus, sobat Mathsolv.
Soalnya Susah Banget, Tapi Anak Indonesia Tetep Gaskeun
Koordinator Pembina IMO 2026 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Aleams Barra, cerita kalau soal-soal yang keluar tahun ini emang tergolong berat banget buat semua peserta dari berbagai negara.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Alhamdulillah anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Danica Odelia juga sempet cerita kalau proses ujiannya sendiri sebenernya berlangsung kondusif dan lancar. Dia bilang, “Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang sudah memfasilitasi kami untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional.”
Sementara itu, Yusril Ihsan Adinatanegara jujur banget soal rasa deg-degannya. “Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali tetapi puji syukur saya senang sekali akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026,” kata Yusril.
Jujur aja, cerita kayak gini tuh relate banget ya sobat Mathsolv, sekelas jagoan olimpiade internasional aja masih ngerasa deg-degan dan khawatir. Jadi kalau sobat Mathsolv juga suka ngerasa nervous sebelum lomba atau ujian, itu wajar banget, yang penting tetep dipersiapin sebaik mungkin.
Bukan Prestasi Instan, Ini Hasil Pembinaan Berjenjang
Sobat Mathsolv perlu tau, medali-medali ini nggak muncul begitu aja dari langit. Sebelum berangkat ke IMO 2026, semua peserta udah ngelewatin proses seleksi berjenjang lewat Olimpiade Sains Nasional (OSN), terus dilanjut dengan serangkaian program pembinaan intensif yang diadain sama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pembinaan ini dirancang buat memperkuat penguasaan materi, strategi ngerjain soal, sampai kesiapan mental buat hadapin kompetisi level dunia.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, juga kasih apresiasi buat seluruh delegasi. “Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ajang International Mathematical Olympiad 2026. Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kenapa Cerita Ini Layak Jadi Motivasi Sobat Mathsolv
Yang bikin cerita empat medali perunggu ini menarik bukan cuma soal hasil akhirnya doang, tapi juga soal prosesnya. Mulai dari seleksi ketat di tingkat nasional, latihan intensif yang nggak sebentar, sampai keberanian buat tetep maju walaupun ada rasa khawatir kayak yang dirasain Yusril. Ini nunjukin kalau prestasi besar itu dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten, bukan cuma modal bakat doang.
Buat sobat Mathsolv yang lagi berjuang di OSN, KSN, atau kompetisi matematika lainnya, cerita Jayden, Steven, Danica, Yusril, dan Matthew ini bisa jadi bukti kalau usaha yang konsisten tuh nggak pernah bohong. Jangan minder kalau soalnya berasa susah banget, karena bahkan peraih medali internasional pun ngerasain hal yang sama.
Sebagai komunitas belajar matematika, MathematicalSolving percaya kalau prestasi kayak gini bukan cuma soal kebanggaan sesaat, tapi juga bukti nyata kalau ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan itu penting banget buat terus dijaga, biar makin banyak sobat Mathsolv lainnya yang punya kesempatan buat ngerasain hal yang sama.
Penulis : Maulidya Zachrini
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026, 25 Juli). Murid Indonesia Raih Empat Medali Perunggu pada International Mathematical Olympiad 2026 di Tiongkok. Siaran Pers Kemendikdasmen.
Kompas.com. (2026, 27 Juli). 4 Siswa SMA Indonesia Raih Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2026.
detikEdu. (2026, Juli). Keren! Siswa RI Borong 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Dunia 2026.
SINDOnews. (2026, 27 Juli). Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026.
https://edukasi.sindonews.com/read/1732523/212/siswa-indonesia-sabet-4-medali-perunggu-di-olimpiade-matematika-internasional-2026-1785110870
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.