Hai Sobat Zenius! Kembali lagi bersama gue, Miss Grace! Kali ini gue mau bahas salah satu kesalahan yang sering banget dilakukan sama murid-murid bahasa Indonesia di dalam kelas bahasa Inggris. Yap, soal penggunaan in, on, dan at.
Nah, Miss Grace nggak akan cuma sekedar ngebahas contoh pemakaian preposisi waktu itu aja, namun juga akan menjelaskan kenapa sih orang Indonesia tuh suka bingung dan ketuker-tuker ketika menggunakan in, on, at sebagai preposisi waktu dalam kalimat mereka, berdasarkan penelitian dan temuan yang ternyata bikin gong banget.
Berdasarkan pengalaman Miss Grace, ini adalah salah satu topik yang menarik dan penting untuk dipahami karena bisa digunakan untuk ngomongin jadwal, pengalaman hidup, membuat janji temu, dan masih banyak lagi. Sayangnya, murid Indonesia, baik yang memang masih beginner maupun yang sudah intermediate itu seringkali masih bingung dengan logika time preposition ini.
Oleh karena itu, melalui artikel ini, Miss Grace juga akan membahas perbedaan konsep preposition waktu dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, serta penjelasan anomali atau peraturan yang kadang bikin kita sebagai orang Indonesia puyeng mau pakai in, on, atau at di kalimat kita. Let’s go!
Preposition of Time
Singkatnya, preposition waktu dalam bahasa Inggris merupakan kata yang digunakan untuk menunjukkan kapan suatu hal terjadi. Nah, ada tiga kata keramat yang dipakai untuk ngomongin waktu: at, on, in.
Intro to Prepositions
Yuk, pelajari materi SMA Kelas 10 ini lewat video dan latihan soal di Zenius!
Belajar preposition dalam bahasa Inggris di Zenius, yuk!
Oke, sekarang Miss Grace mau kasih tantangan ya ke Sobat Zenius. Kira-kira, mana pilihan kalimat yang paling tepat? Coba, catat jawaban lo dan cocokkan dengan pemahaman akhir lo setelah selesai membaca artikel ini.
Pertama …
a. She goes to school on 7 a.m. every day.
b. She goes to school at 7 a.m. every day.
c. She goes to school in 7 a.m. every day.
Kedua …
a. See you on Saturday!
b. See you at Saturday!
c. See you in Saturday!
Ketiga …
a. Those wolves howl on night.
b. Those wolves howl at night.
c. Those wolves howl in night.
Keempat …
a. His birthday is on August.
b. His birthday is at August.
c. His birthday is in August.
Kelima …
a. Let’s meet on July 4th and watch the fireworks together at the bay.
b. Let’s meet at July 4th and watch the fireworks together at the bay.
c. Let’s meet in July 4th and watch the fireworks together at the bay.
Oke, selesai? Sekarang kita lanjut ke penggunaan in, on, dan at ya~
Penggunaan in, on, at
Sebelumnya, ketika ngajar di kelas, Miss Grace tuh sering bilang gini:
Gampangnya, ingat aja “at” itu untuk waktu yang spesifik, “on” itu buat hari atau tanggal, sedangkan “in” itu untuk periode yang relatif lebih panjang, bayangin aja kita itu “in” (di dalam) periode itu.
Sekilas perkataan itu terdengar singkat, padat, dan lumayan jelas lah ya. Namun, nggak semudah itu. Kita yang dalam bahasa Indonesia nggak terbiasa dengan penggunaan preposisi waktu yang berbeda-beda, pada akhirnya puyeng juga mikirin mana time preposition yang harusnya dipakai dalam setiap kasus.
Nah, untuk mempermudah kita memahami penggunaan in, on, dan at, ternyata ada cara jitunya nih.
Kita mulai dari paparan Wijaya (2014) pada suatu konferensi yang menarik banget dulu ya. Beliau mengusulkan bahwa pendekatan Cognitive Linguistics dapat digunakan untuk ngebantu pembelajar bahasa Inggris memahami in, on, dan at, yang punya banyak penggunaan dan makna.
Alih-alih hafalin doang, kita bisa lebih paham hubungan antara makna dasar/spasial dengan penggunaan preposisi dalam konteks yang berbeda. Jadi, kita tuh bisa gunakan suatu logika agar lebih mudah memahami konsep time preposition ini, Sobat Zenius. Kayak gimana logikanya?
Logika di Balik In, On, dan At untuk Waktu
Kalau kita pakai pendekatan Cognitive Linguistics, manusia dapat memahami konsep abstrak seperti waktu melalui pengalaman yang lebih konkret gitu, misalnya ruang fisik (spasial). Jadi, bisa dibilang kita memahami satu konsep melalui konsep lainnya.
Dalam bahasa Inggris, logika yang kita gunakan untuk menggambarkan posisi benda di ruang juga bisa bantu kita pahami penggunaan in, on, dan at untuk waktu. Coba deh, langsung aja lihat tabel ini dulu biar nggak bingung.
Jadi, kita bayangkan waktu seperti ruang. Kita pakai at untuk titik waktu tertentu, spesifik banget. Kalau on hari atau tanggal tertentu. Nah, untuk in, kan in itu artinya kita di dalam ya, di dalam ruang atau di dalam suatu wadah, jadi kalau ngomongin waktu kita tuh seperti di dalam sebuah rentang waktu, kayak bulan, musim, dan tahun. Kebayang nggak maksudnya? Kalau masih ada pertanyaan, langsung aja tanya di kolom komentar.
Btw, hasil penelitian quasi-experimental study dari Wijaya dan Ong (2018) menunjukkan bahwa pendekatan Cognitive Linguistics tadi dapat membantu pembelajaran preposisi in, on, dan at yang sering sulit dipahami tadi.
Di dalam penelitian tersebut, 44 pelajar remaja di Indonesia, dimana peserta dibagi jadi dua kelompok, yaitu kelompok cognitive yang belajar menggunakan representasi gambar dan cognitive tools untuk memahami hubungan makna preposisi, dan yang kedua, kelompok rule belajar menggunakan aturan-aturan gramatikal.

Kemudian, kemampuan peserta diuji dalam penggunaan spatial, temporal, dan abstract melalui pre-test, post-test, dan delayed post-test. Singkat cerita, hasilnya menunjukkan bahwa pas di post-test awal tuh, wah yang kelompok cognitive ada peningkatan yang signifikan lho, jadi mereka nilainya bagus dibanding pre-test awal, sedangkan kelompok rule lebih sedikit peningkatannya.
Ada tapinya nih. Peneliti nggak berhenti di post-test itu, mereka ngadain lagi delayed post-test. Jadi, ada pengujian kemampuan lagi setelah beberapa waktu buat ngeliat dampaknya dalam jangka waktu yang lebih panjang. Nah, ternyata di delayed post-test, peningkatan kelompok cognitive tadi nggak bertahan hingga delayed post-test, jadi mungkin mereka udah lupa-lupa ya sama konsepnya hehehe. Kalau yang kelompok rule, mengalami penurunan singnifikan pada delayed post-test.
Oleh karena itu, bisa dibilang menggunakan pemahaman atau logika cognitive lingustics ada hasil positifnya dan memang berpotensi membantu pembelajaran siswa dalam topik preposisi bahasa Inggris. Namun, belum terbukti kuat untuk jangka panjang.
Menurut pendapat Miss Grace sendiri, sebagai guru bahasa Inggris, ya intinya kita bisa aja pakai metode ini untuk belajar namun nggak bisa dipungkiri, yang namanya belajar bahasa itu tetap harus diulang-ulang. Dalam arti, kita harus pakai, latihan, dan gunakan bahasa tersebut supaya nggak lupa, Sobat Zenius.
5 Tips Jitu Belajar Bahasa Inggris Anti-Bosan
Artikel ini membahas beberapa tips menarik untuk belajar Bahasa Inggris dengan seru. Kalo lo ingin ditemani audio pas lagi baca, silahkan play video di bawah ini: Halo sobat Zenius! Kembali lagi bersama gue, Grace. Hari ini gue ingin berbagi soal rahasia jago Bahasa Inggris dengan cara yang seru. Dari dulu

Simak tips belajar bahasa Inggris ala Zenius!
Kenapa in, on, dan at semuanya bisa berarti “di” dalam bahasa Indonesia?
Ini nih satu hal yang selalu Miss Grace wanti-wanti ke murid.
💡
Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris itu nggak bisa selalu diterjemahkan secara literal. Satu kata dalam bahasa Indonesia itu nggak selalu punya satu padanan dalam bahasa Inggris.
Kita coba telusuri beberapa tulisan menarik yang membahas soal kenyataan bahwa satu kata preposisi dalam bahasa Indonesia itu, memang bisa diterjemahkan dengan preposisi bahasa Inggris yang berbeda-beda. Apalagi, kalau dalam bahasa Indonesia, kita cenderung bisa memakai preposisi waktu ‘di’ dan ‘pada’ secara fleksibel untuk berbagai macam informasi waktu, kan?
Bahkan, nggak cuma untuk preposisi waktu aja, pada preposisi tempat, bahasa Indonesia juga begitu, cukup pakai ‘di’ bisa untuk berbagai konteks. Gini maksudnya …
Coba deh, kita lihat contoh pemakaian in, on, dan at dari tulisan Kusumastuti (2018) yang menunjukkan bagaimana pemilihan katanya itu bergantung pada cara penutur memahami hubungan antara benda yang dibicarakan dan lokasinya. Berikut contoh yang dibahas dalam artikel tersebut.
- Buku itu ada di meja → The book is on the table.
- Buku itu ada di tas → The book is in the bag.
- Saya meninggalkan buku itu di rumah → I left the book at home.
Perhatikan deh, dalam bahasa Indonesia, ketiganya menggunakan kata di. Namun, dalam bahasa Inggris, preposisinya berbeda karena hubungan antara benda dan lokasinya dipahami secara berbeda. Kita kan nggak harus banget gitu ngomong, eh ini di ‘dalam’ tas ya atau itu di ‘atas’ meja. Kata ‘di’ cukup fleksibel bisa digunakan pada banyak kasus.
Nah, kalau Miss Grace bandingin sama preposisi waktu, polanya cukup mirip. Kita bisa aja pakai ‘di’, ‘pada’, atau bahkan nggak usah preposisi kalau secara verbal. Nih, contohnya …
- Saya akan bertemu dia di hari Senin → I will meet her on Monday.
- Dia mulai bekerja pada bulan Januari → He starts working in January.
- Kita makan siang pukul 12 siang hari ini → We will have lunch at 12 p.m. today.
Jadi, bisa dibayangkan, dalam bahasa Indonesia kita tuh nggak biasa harus mikirin apakah waktu ini merupakan jam, hari, tanggal, bulan, musim, tahun, hari spesial, bagian dari hari, dan lain-lain. Itu karena preposisi dalam bahasa Indonesia itu sistemnya fleksibel dan lebih umum.
Macam-Macam Prepositions dan Contoh Kalimatnya – Materi Bahasa Inggris Kelas 12
Hi guys, kali ini gue mau bahas prepositions mulai dari pengertian, macam-macam, hingga penggunaannya, nih! Elo pernah nggak sih, pas lagi asyik nulis sesuatu dalam Bahasa Inggris–misalnya mau ngetweet gitu deh, terus tiba-tiba bingung, “Duh … ini yang bener pakai in atau on ya?” Kalau pernah, jangan khawatir, habis baca

Baca tulisan di blog Zenius tentang macam-macam preposition dalam bahasa Inggris
Kenapa at night tapi in the morning?
Ini salah satu pertanyaan populer ketika murid mempelajari preposisi waktu, dan jujur, pas Miss Grace masih awal banget jadi guru juga sempat berasa, “Iyaya, kenapa harus begitu?”
Selama ini, Miss Grace nggak terlalu mikirin perbedaan preposisi itu, tapi berhubung Miss Grace suka mendengar lagu, menonton film, dan bermain game dalam bahasa Inggris, jadinya Miss Grace sudah terbiasa dan menerima saja bahwa frasa yang tepat adalah “at night” dan “in the morning”.
Nah, kalau kita melihat dari pola sebelumnya, itu berakar dari persepsi penutur. Mereka berasumsi bahwa ‘at night’ adalah suatu titik waktu, sedangkan ‘in the morning‘ dianggap suatu durasi beberapa jam pada pagi hari. Bila kita melihat kenyataan yang terjadi di lapangan berikut frasa yang sering digunakan:
|
Ungkapan |
Contoh kalimat |
Arti |
|---|---|---|
|
At noon |
We usually have lunch at noon. |
Kami biasanya makan siang pada tengah hari. |
|
At night |
The streets are quiet at night. |
Jalanan sepi pada malam hari. |
|
At midnight |
The train arrives at midnight. |
Kereta tiba pada tengah malam. |
|
In the morning |
I drink coffee in the morning. |
Saya minum kopi pada pagi hari. |
|
In the afternoon |
She usually takes a walk in the afternoon. |
Dia biasanya berjalan-jalan pada sore hari. |
|
In the evening |
We watch television in the evening. |
Kami menonton televisyen pada malam hari. |
Namun, mungkin Sobat Zenius pernah juga dengar frasa ‘in the middle of the night‘ seperti di lagu Taylor Swift.
In the middle of the night, in my dreams
You should see the things we do, baby, mmm
In the middle of the night, in my dreams
I know I’m gonna be with you, so I take my time
Are you ready for it?
Nah, kalau di situ, berarti persepsi waktunya itu di periode waktu pertengahan malam, bukan cuma suatu titik waktu gitu. Saran Miss Grace, sering-sering dengarkan lagu, nonton film, atau baca buku bahasa Inggris deh, nanti jadi banyak terekspos dengan pola-pola ini, sehingga Sobat Zenius bisa langsung ngeh tanpa harus berpikir keras akan persepsi atau logika di balik preposisi waktu itu.
Oke, sampai di sini dulu pembahasan kali ini. Oh ya, ini kunci jawaban kuis yang di awal tadi ya: 1) B 2) A 3) B 4) C 5) A
Ingin belajar bahasa Inggris lebih lanjut dengan seru? Yuk, langsung aja bikin akun gratis di Zenius dan playlist video materi bahasa Inggris di situ!
Referensi
Budiharto, R. A., & Rokhmawati, D. (2023). Investigating mother tongue effect in the acquisition of English prepositions by Indonesia-speaking learners. Journal of Educational Sciences, 7(1), 95–109.
Kusumastuti, R. A. (2018). Construal of English prepositions in, on, and at. Indonesian Journal of English Language Studies, 4(2), 76–82.
Wijaya, D. (2014). Applying a cognitive linguistics approach to teaching English prepositions in, on, at in the Indonesian EFL classroom. The Eleventh International Conference on English Studies (CONEST 11), 27–31.
Wijaya, D., & Ong, G. (2018). Applying cognitive linguistics to teaching English prepositions in the EFL classroom. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 8(1), 1–10.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.